Taman Bungaku

Karena aku sangat menyukai bunga jadilah nama blogs aku taman bunga…..so don’t say something bad about my blogs except you want to make me a very very good blogs. :p

Senandung Tanya

Filed under: my.poem — anjelly at 10:04 am on Sunday, March 15, 2009

Tanya apa yang kau rasakan pada dirimu
Sementara kilatan wajahmu mempesona di setiap terpaan kabut
Andaikan aku hanyalah berharap yang berlebihan
Namun telah kau sediakan ruang waktu disisi sudut hatimu
Iringi aku dalam setiap doamu
Adalah malam-malam panjang dalam penantian
Lengahkan aku tertidur dalam gelap wajahmu
Yang ada hanyalah buaian manja pengharapan
Jika berat langkahku tuk mengawali
Hanyalah awalan dari kelana hidup yang tak surut kuperjuangkan
Ijinkan sejenak aku berharap dalam berat langkah
Hingga terantuk oleh kenyataan dalam
Sedalam rinduku yang tak pernah pungkas
Lonceng yang pernah aku bunyikan hanyalah pertanda
Pertanda dari bongkahan harap
Namun loncengku kan berdenting lembut
Tidak sekali-kali keras seperti yang pernah aku bunyikan
Bukan pula lantaran nestapa hingga lelah
Namun semata kenyataan yang tak kian menyerupa
Biarlah loncengku berdenting lembut
Diantara sembilu rasa merindu
Hingga pelukan maut menutupi mata hatiku
Engkau yang selalu hidup dalam jiwaku
Seperti yang selalu aku pahatkan dalam nafas janjiku
Bungkamlah aku dalam kerinduan ini
Hingga ujung tak bertepi
Usap tangisku
Belai lelaki kecil ini
Yang selalu menangis dalam rindunya
Aku rasa Tuhan selalu mengerti akan diriku
Dari setiap kedipan mata hingga tarikan dan hembusan nafas
Kusadari diriku hanya seonggok daging yang terbalut harap dan cinta
Tiada henti meraup semangat dalam tujuan
Antarkan aku ya Tuhan, dalam setiap tangis dan canda
Sekadar laksanakan niat ini
Berbagi diantara mimpi dan nyata
Tunggulah aku hingga tak berujung tepi
Walau dirimu kian menjauh dari mimpi
Namun bayangmu seputih harap dalam arak kabut
Menghampiriku
Menggerayangiku
Menyusupku
Hingga menggairahkanku dalam kenangan
Culiklah aku wahai rinduku
Dalam harap cemas dan ketakutan

Indahkan aku dalam keinginanmu
Walau aku tahu jawabmu
Ku pasti kan menjauh
Jauh diantara keinginan dan kebebasanmu
Mendung hitam laksana jemari tangan yang menggemgam erat
Diantara kaki dan tubuh langit
Bergelayut menutupi rasa keingin tahuanku
Aku tahu tak pantas aku berharap
Sementara jangkauan hatiku tersekat hijab
Luangkan sejenak fikirmu
Walau takkan pernah kuminta selalu kau hantarkan pada pandanganku
Turunlah kemari
Jangan bergelayut daintara kaki dan tubuh langit
Seniscaya harap dan mimpiku
Jika tak hendak aku merayu
Maka bungkam aku
Sekat aku setebal bencimu
Namun aku yakin
Takkan pernah engkau lakukan padaku
Karena aku tahu kebencianmu kan melenakanmu dalam pelangi keinginanmu
Hirup aku duhai benciku
Dalam setiap mahar yang kan ku bayar untukmu
Hingga penyatuan ini menjadi tualang mimpiku
Bersama mengatasi hati
Bersama mengatasi mimpi
Bersama meraup maujud Nya
Walau takkan pernah terjadi
Walau sesaat
Walau rekaan
Hingga senandung tanya takkan terhenti
Kecuali hati takkan selunak harap
Coba hentikan tanyaku
Dapatkah kau rasakan itu
Senyap dan sepi
Hingga senandung Tanya takkan berbisik…
Pagi berganti cerah,
salam Bunga

Minggu – 15 March 2009 – 09:34

Surat Pertamaku…….

Filed under: my.poem — anjelly at 2:40 am on Thursday, January 29, 2009

Salam Ya Abby…

Sungguh ingin engkau mendengar bahwa keharuman bunga sejaty masih tetap segar dan bersemi.
Sekiranya engkau tau apa yang akan kusenandungkan untukmu kali ini,sebelum ku hamparkan keluhan rindu ini kepadamu,beri aku sedikit berita tentang jiwa seorang gadis yang selalu hadir dalam mimpi mimpimu di malam hari,akankah ia masih setegar himalaya dan mungkinkah sapanya masih seindah mentari di saat fajar,atau mungkin sedang ada seteru yang terjadi di dalam sana..?
Meski hari hari kemarin yang sempat ku ukir dengan tetesan keringat dan gumpalan awan hitam yang tetap saja menaungi kemanapun aku pergi,namun cukup bagiku kepasrahan diri untuk-Nya,karena di setiap lantunan kesedihan yang aku ucapkan di kesendirian malamku sedikit ku titipkan pintaku pada-Nya agar berkenan membagi ketegaranmu untukku dengan ikutkan aku di setiap rintik gerimis yang keluar dari sudut mata ku.
Mungkin cahaya itu masih bisa menerangi sedikit saja ruang di istana hatiku,atau paling tidak sedikit beri pahatan di prasasti asamu.sungguh ingin kuraih kembali kejora ilmu dari semua lagu yang selalu ku nyanyikan untukmu
keinginanku ini mungkin membuatmu menahan gumpalan sesak di lambungmu sehingga mengharuskan aku keluarkan serangkai senyuman di sudut bibirku, aku takkan menyalahkan waktu yang menghadirkan ketidak mengertian antara dua jiwa karena sewajarnya hal ini terjadi pada setiap manusia yang diberi naluri,aku berdiri di tempatmu yang mana di setiap hembusan nafasmu dipenuhi taburan bintang bintang dengan cahaya gemerlapan ribuan warna indah terjalin mengisi satu sama lain dan dalam penolakan jiwaku, ku paksakan hadir sebatang pelita sehingga akupun harus menjalani ketidak sesuaian harapan setelah Aku tau bahwa ketegaranku telah lebih dari cukup tanpa harus bersandar pada pilihan
Tidak………!!!ketermenunganku takkan membuat dunia berlari pergi tinggalkan selimut duka dalam sanubariku,ku tau ia kan tetap bersamaku dan akan selalu ikut kemanapun aku harus melangkah.walau mungkin kebimbangan yang sedang ku nikmati ini takkan pernah bertepi pada kalimat yang ingin ku ucap karena angin telah lancang kabarkan padaku tentang keadaan sebenarnya bahwasanya hatimu telah tertanam serumpun rasa dan engkau pagari ia dengan ketulusan kasihmu.
Tetapi seperti apa ia sekarang tumbuh?atau mungkin lebih bijak jika kita sejenak melihat kembali pada catatan hari yang telah terlewati antara kita dan coba uraikan satu persatu makna dari hadirnya persahabatan suci ini,jalinan yang telah menjadi ketentuan atas kehendak-Nya.

Pertama ku diam saja sambil mencoba pahami siapa sesungguhnya suara suara merdu yang ku dengar ini?lalu aku pun terseret dalam pusaran rasa
Karena kulihat kilauan cahaya terpancar di setiap kalimat yang kau lafadzkan
dan kurasakan kehadiran kasihmu memenuhi ruang jiwaku.juga sepertinya aku temui ketegaran Bukan kamu yang mencari keindahan di tiap jengkal diriku,bukan aku yang menyelinap di antara barisan kokoh jiwamu,bukan kamu yang menawarkan bahu untuk bersandar,bukan aku yang membuat matamu terbelalak hingga fajar datang,bukan aku. . . .,

tapi itu semua karna begitu silaunya kepribadianmu hingga memaksa setiap lawan jenismu terikat dan terperangkap masuk ke dalam pesona surgawi yang kau hadirkan dalam setiap tutur kata katamu,

Surat Ke Duaku

Filed under: my.poem — anjelly at 10:27 am on Tuesday, January 27, 2009

Kau suguhkan rasa nyaman dan tanpa sadar membuat keingin dekatan itu Terus menerus membujuk,silahkan engkau tersenyum dulu sejenak dan Coba hadirkan ketidak setujuanmu tapi itu takkan merubah yang telah Aku Buat,aku tidak bisa berkata mungkin karena seperti yang engkau dan aku Jalani bahwa aku terikat oleh sikapku,engkau terperangkap dalam buaian Mesra sosok wanita sejati,aku takkan munafik untuk tidak mengakui bahwa Aku memang terjerat oleh cahayamu meski mungkin itu semua bukan Kemauanku karena mungkin akupun takkan pernah inginkan hal ini terjadi Dalam hidupku.
Lalu bagaimana dengan hatiku kini…???apa cerita cerita itu terjadi dengan Alasan yang kita buat?apa kisah kisah indah harus berakhir dengan diam?Apa mungkin ada jalan lain yang lebih baik ataukah memang ini satu ujian Dan takdir si Pemilik Semesta.

Coba tempatkan sejenak diri kita pada orang di sekitar kita dan yang Sedang menilai apa yang kita lakukan pada setiap malam ?apa yang kita Hadirkan pada setiap mimpi?apa yang pernah kita cipta dalam tiap Pertemuan bertirai ruang ?apa yang pernah kita debatkan di perseteruan indah itu

Mungkin mereka melihat betapa parahnya ketidak warasan yang kita alami Dan seakan akan menafikkan semua,mungkin mereka melihat betapa Bodohnya kita yang merelakan rangkaian asa yang kita susun terbang di Atas awan,mungkin mereka melihat betapa indahnya kita menjalin begitu Hangat malam malam di jiwa kita.

Tapi waktu harus terus mengalir seperti air gunung menuju muara terus Menerus tanpa henti,dan aliran itupun kadang harus membentur Jurang,membelah lembah,menghantam bukit dan menenggelamkan semua Yang merintang.Walaupun kini telah tertanam ribuan mutiara dalam hatiku Dan ku sempatkan berbagi untukmu sedikit kata-katamu agar aku mengerti Kehidupan yang sebelumnya gelap bagiku,engkau harus temui juga bahwa Insan tanpa ilmu ini belum pantas dapatkan seluruh peraturan yang kau Punya,tapi bukan salahmu jika jiwa nestapa ini inginkan engkau Menumpahkan cahaya agar ia makin mengerti bahwa hidup tidak hanya Untuk bermain main dengan mengabaikan makna kehidupan.

Dan kedewasaan kita di pertanyakan sang waktu seolah dengan sengaja ia Sisipkan curiga serta mengikutkan ketidak percayaan bagai noda yang larut Ke dalam tetes embun hingga kesejukannya memudar,hingga kesuciannya Ter’renggut,dan hanya tawar yang terasa.

Bukan..! Sebenarnya bukan karena satu diantara kita yang harus berdiri di Tempat sunyi dan menyesal,karena ini memang harus terjadi..sungguh ini Harus terjadi dan ternyata memang harus terjadi,seperti seorang anak kecil Yang di beri sesuatu dan ia harus mengerti sejatinya sebelum ia benar benar Memiliki karena ketidak mengertian padanya hanya akan menghancurkan Apa yang akan ia miliki.
Sungguh…Jangan tertawakan aku yang menghiba seperti ini

Karna engkau Adalah sorang sahabat,

Karna engkau seorang guru,

Karna engkau seorang Penegur,

Karna engkau seorang pembawa pelita.Sahabat yang penuh dengan Limpahan pengertian kau mampu membuatku bangun di saat aku Terpuruk,Kau mampu membuatku tersenyum

Saat penat Menghujaniku,engkau mampu diamkan aku ketika aku terlalu Banyak Bicara,Selayaknya engkau sebagai Guru bijak bagiku,ikatan Kebodohan yang Selama ini menjeratku kau buka simpulnya dan seakan Engkau berkata”ku Tunjukkan padamu sesuatu yang harus engkau tau”Guru Yang bijak yang Dengan tegurannya membuatku terbangun dan menyadari Semuanya dengan Cara pandang yang baru.meski teguranmu tak selamanya Bernada indah Ada Kabar bagian di dalam tubuhku yang menghalangimu Tersenyum dan Tertawa?meski tidak di setiap doa meski tidak di setiap Pintaku yang Terucap tapi ku coba sesering yang aku bisa untuk sekedar Memohon agar Engkau tetap tersenyum dan beri cahaya lagi pada ruang di sekitarmu.

Wahai kekasihku. . . . …….Tetaplah hidup meski mungkin bukan untukku
Wahai belahan jiwaku. . . . Tetaplah sucikan hati dari prasangka
Wahai puja’anku berteman duka. . . . Tetaplah tegar seperti mentari
Wahai jiwa berhati mulia. . . . …………Tetaplah tersenyum dengan ikhlas dan tulus

Wahai penyuluhku yang saat ini masih ingin ku panggil dengan nama Cinta. Tetaplah menjadi apa yang engkau mau karena hanya engkau yang tau apa Yang engkau mau.
Pernah ku dengar seorang bijak berkata bahwa cinta harus berjalan bersama Dengan kebijaksanaan,

Bahwa cinta harus di isi dengan kejujuran dan kepercayaan,

Bahwa cinta Harus di topang dengan kesetiaan,

Bahwa cinta harus menjalani segala Macam rintangan di perjalanan,

Bahwa cinta di awali dengan saling mengerti.
Dan sebenarnya berada dimana kita sekarang ini?
Hanya Dia yang memegang rahasia Alam Semesta yang tau. . . .

Telah banyak aku berkata-kata meski masih banyak yang ingin aku katakan Tapi sungguh kerinduan ini tak mungkin bisa diuraikan hanya dengan Kata.saatnya aku akhiri tulisan tak berarti ini,segenap hatiku berharap Engkau mengerti apa yang tertulis di lembaran ini meski jujur aku sendiri Tak pernah mengerti.
Salam ya sahabat hati,salam ya cahayaku,sampaikan juga salamku untuk Semua penjagamu,sampaikan juga salamku untuk buah hatimu,sampaikan Juga salamku untuk duka yang menerpaku dan katakan bahwa bukan hanya Engkau yang berhak dapatkan nikmat itu.

Tertulis dengan tulus dari jari jari seorang GADIS yang miskin ilmu dan Teruntuk LELAKI Bijak Si Penerang Hati.

Wassalam

Bunga

Istana Cintaku Yang Hilang

Filed under: my.poem — anjelly at 10:24 am on Monday, January 26, 2009

AkU memiliki sebuah rumah mungil dan indah
Di rumah yang selama ini kami bina bersama.
Penuh dengan tawa dan canda ,
Didalam rumah itu lah kami membangun sebuah
ISTANA CINTA………..,
Tiada terasa kami telah melalui hidup bersama di dalam
RUMAH mungil dan sederhana ini, DENGAN di warnai cinta
Dan kasih sayang,
Walaupun Begitu…
Hidup seperti halnya makanan penuh dengan bumbu.
Ada bumbu yang manis, yang pahit, yang pedas, dan
lain-lain. Kami juga
Menghadapi yang namanya ketidak cocokan atau selisih
paham
Baik itu tidak sepaham, kurang sepaham, agak sepaham,
Hampir sepaham,
Atau apapunlah itu.
Tapi kami tau apa yang harus kami lakukan.
Kami,mencoba berpikiran terbuka, mengakui kebenaran bila
Kami memang benar,
Dan mengakui kesalahan bila kami memang salah.

Namun apalah daya…
Pada akhir nya kami
Terpaksa harus bepisah,Rumah yang selama ini kami
Bangun bersama kini hanya menjadi sebuah kenangan
Yang sangat menyakit kan hatiku

Saat datang kerinduan ku pada rumah kami
Maka aku selalu datang pada malam hari
Hanya tuk singgah dan menulis coretan-Coretan luka hatiku,

Hari ini menjadi hari paling menyedihkan dalam
hidupku. Sekilas kenangan lama bermunculan di benakku.
Aku teringat kembali saat-saat manis kami
Dan aku teringat hari-hari
Yang telah kami lalaui bersama
Kini aku hanya bisa tersenyum

Ikatan kasih,itu bisa berumur panjang bila ada
Usaha untuk memanjangkannya
Dan bisa berumur pendek bila tidak ada
Yang mau berfikir panjang.
Tapi kini semua hanyalah
tinggal kenangan manis untuk ku lalui dalam kehidupanku
Aku tak akan perna bisa melupakan rumah mungil itu
Dan aku selalu hadir walau ku tau aku tak kan bisa
Tuk masuk kedalam nya
Selamat tinggal rumah cintaku………..,
Semoga kelak yg menempati rumah ku
Penuh dengan Cinta Kasih
Seperti yg selama ini kami lakukan

Banyak salamku

Bunga

BUNDAKU…………………

Filed under: my.poem — anjelly at 9:41 am on Monday, January 26, 2009

BUNDAKU….,
Dimana Kah Engkau Kini Berada…..?
Sudah Hampir 26 Tahuh Aku Mencarimu….
Tetapi Aku Tak Pernah Menemukan Dirimu
Dimana Kah Dirimu Berada Bundaku..?
Tak Pernahkah Engkau Memikirkan.Aku Anakmu…?

Tak Pernahkah Engkau Ingin
Melihat Anakmu Ini…?
Tak Pernah Kah Engkau Memikirkan
Keadaan Anakmu Ini…..??

Didalam Sepiku,
Didalam Kesunyian Hatiku
Selalu Ku Bertanya Pada Hatiku Kenapa…?
Kau Begitu Tega.Meninggal Kan Aku…..???
Mengapa Begitu Teganya Engkau Membiarkan
Aku Hidup DI Dalam Penderitaan Ini…….??

BUNDAKU….,
Kini Aku Tak Punya Harapan Lagi Tuk Bisa
Bertemu Dengan Dirimu….,
Aku Sudah Tak Ada Harapan Tuk Bisa Melihat Sosok
Bunda Yang Telah Melahirkan Aku Kedunia Ini…

Aku Sudah Tak Kuasa Lagi Tuk Bisa Mencarimu
AKu Sudah Tak Mampu Lagi Tuk Bisa Melihatmu
Aku Sudah Tak Mampu Lagi Tuk Bisa Memelukmu
Aku Sudah Tak Mampu Lagi Tuk Bisa Menunggumu

Karna Aku Sedah Lelah Dalam Penantianku..
Aku Sudah Lelah Mencarimu
Aku Sudah Tak Mampu Lagi….
BUNDAku…
Maafkan AnaKmu Ini..
Karna Anakmu Sudah Terlanjur Kecewa
Maafkan Aku BUnda……
Aku Tak Kan Lagi Mencari Tahu keberada’anmu

Lelah Sudah Aku Mencarimu…
Lelah Sudah Aku Menunggumu..
Lelah Sudah Aku Bertanya….
Lelah Sudah Aku Mengharapkan
Kehadiran Dirimu….

AKU SUDAH SEMAKIN LELAH MENUNGGU PERUBAHANMU

AKU SUDAH TAK SANGGUP LAGI MENGIKUTI EGOMU
MAAF KAN AKU SUDAH SEMAKIN LEMAH DALAM
PENANTIAN KU INI………

Harapan Ku Juga Harapan Dia

Filed under: my.poem — anjelly at 11:11 pm on Tuesday, January 6, 2009

Aku berdoa kepadamu ya Allah, untuk seorang Lelaki yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seorang Lelaki yang sungguh mencintai-Mu lebih dari segala sesuatu.

Seorang Lelaki yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
seorang Lelaki yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk-Mu.

Seorang Lelaki yang mempunyai hati sungguh mencintai dan haus akan Engkau dan memiliki keinginan untuk mentauladani sifat-sifat Agung-Mu.

Seorang Lelaki yang mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup, sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
seorang Lelaki yang mempunyai hati yang bijak bukan hanya sekedar otak yang cerdas.

Seorang Lelaki yang tidak hanya mencintaiku tetapi juga menghormatiku
seorang Lelaki yang tidak hanya memujaku tetapi dapat juga menasehati ketika aku berbuat salah
seorang Lelaki yang mencintaiku bukan karena lahiriahku tetapi karena hatiku.

Seorang Lelaki yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam tiap waktu dan situasi
seorang Lelaki yang dapat membuatku merasa bangga ketika berada di sampingnya.

Seorang Lelaki yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
seorang Lelaki yang membutuhkan do’aku untuk kehidupannya
seorang Lelaki yang membutuhkan senyumanku untuk mengatasi kesedihannya
seorang Lelaki yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna.

Dan aku juga meminta kepada mu ya Allah.
Buatlah aku menjadi seorang Wanita yang dapat membuat Lelaki itu bangga saat aku berada di sampingnya
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu, sehingga aku dapat
mencintainya dengan cinta-Mu, bukan mencintainya dengan sekedar cintaku

Berikanlah sifat-Mu yang kuat sehingga kekuatanku datang dari-Mu bukan dari luar diriku
Berikan aku tangan-Mu sehingga aku selalu berdoa untuknya.

Berikanlah aku penglihatan-Mu sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dalam dirinya dan bukan hal yg buruk nya saja
Berikanlah aku mulut-Mu yang penuh dengan kata-kata Bijak-Mu dan pemberi semangat, sehingga aku dapat mendukungnya setiap hari, dan aku dapat tersenyum padanya setiap pagi.

Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat
Mengatakan “Betapa besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku
seorang yang dapat membuat hidupku menjadi sempurna”.

Aku mengetahui bahwa Engkau menginginkan kami bertemu pada waktu yang tepat dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang Kau tentukan.

Prasasti Tanpa Tuan

Filed under: my.poem — anjelly at 3:34 am on Monday, January 5, 2009

Sekali Kali Tidak………!!!
Lonceng yang kau harapkan berbunyi
Tuk Mengiringi Kepergianmu…….
Dan Kan Hadirkan Hujan Di Sudut Hati
Terhenti…….
Saat Kupalingkan Wajahku
Pada Prasasti Yang Telah Kau Tancapkan
Dan Kau Pahat Warna-Warna Indah Disitu
Loncengpun Sunyi………
Walau Kini Prasasti Tak Bertuan Lagi
Tetap Ada Guratan Kasih Yang Tersisa
Kuyakin Aku Bisa Melupakan Semua
Tapi Sebagian Nyawaku Berduka
Jika Prasasti Ini Harus Berduka Dan Usang
Hujan Takkan Turun Saat Ini
Biarpun Perih Dengan Setia Hadir
Tetapkan Kujaga Dan Kuhiasi
Hingga Akhir Nafasku Ini
Berpeluk Pada Prasasti Kasihmu
Tanpa Harus Lonceng Berbunyi
Dan Tanpa Harus Kupu-Kupu Berlari
Walau Bunga Tetapkan Pergi
Sampai Saat Tak Pasti

Banyak Salamku

Bunga

Aku Kembali

Filed under: my.poem — anjelly at 10:26 pm on Monday, December 15, 2008

Beri aku arti saat kau tiada disini
Beri aku rindu saat aku harus mengingatmu
Beri aku mimpi-mimpi indah dalam tiap malamku
Beri aku kenangan pada suatu waktu
Tersenyum untukku meski jiwamu terdiam
Kau terangi aku dengan kasihmu
Disaat aku tersesat tak tahu harus kemana
Kau alirkan cinta & kasihmu tulus
Untukku sepanjang hidupmu
Terimakasih sahabat hatiku…
Karena keikhlasanmu menjadi sahabat hatiku
Terimakasih temanku…
Atas kebahagiaan & kerinduan yang pernah kau beri
Dan akan selalu kau beri untukku
Tetaplah tersenyum untukku
Agar aku bisa merasa indahnya dunia dalam tawamu
Tetaplah merindu untukku
Agar aku bisa hidup lebih lama lagi
Tetaplah dihati untukku
Jangan pernah katakan aku telah pergi
Jangan ucapkan bahwa aku telah lupa
Jangan tolong jangan…
Jangan menghakimi aku dengan kelemahanku
Jangan lepaskan yang telah terikat ini
Jangan tolong jangan…
Sampai nafas ini habis ada nama yang tak pernah habis
Saat nyawa ini harus pergi ada nama yang tak pernah pergi
Saat bahagia menyiram hari-hari kutengadahkan tangan meminta
Nama yang tak pernah habis & tak bisa pergi juga bahagia.

banyak salamku

Galau

Filed under: my.poem — anjelly at 4:51 pm on Sunday, December 14, 2008

Malam telah berganti siang
Kegelapan yang selalu ku tunggu
Ku bergegas menata mahligaiku
Ingin rasanya segera terlelap
Karna dalam lelapku
Ku kan berjumpa dengan dirimu dalam mimpi-mimpi malamku
Kadang indah
Kadang tragis
Bagiku itu tak penting
Karna perjumpaan itu lebih dari segalanya
Aku ingin malam panjang itu hanya untukku
Aku ingin tak ada suara ayam berkokok
Aku ingin tak ada hadirnya waktu subuh
Hingga malam panjang itu hanya untukku

Lilin-lilin mulai ku nyalahkan

Tiada lagi suara keramaian

Yang ada

Keheningan

Kesunyian…

Tiada berita yang masuk ke telingaku

Yang ada hanyalah lirihnya doa yang di lantukan oleh bunda

Yang di temani sebuah ponsel tua

Mulai ku tekan huruf demi huruf

Tuk menjadi sebuah kata pengisi kelam

Sebuah kalimat pengisi kegelapan

Sampai larutnya malam menamatkan semuanya

Tiga malam dalam kegelapan

Ku hanya di temani oleh cahaya lilin dan suara rintik hujan

Yang menambah sendunya malam

Ku bersihkan tempat tidurku

Yang ku inginlan hanyalah impian indah

Sebagai bunga tidurku

Namun nyamuk-nyamuk nakal selalu mengusik tidurku

Hingga ku tak dapat yang ku cita-citakan

Kegelapan lagi-lagi kegelapan..

Ulang tahun

Tahun yang di ulang-ulang

Kebaikan yang di ulang-ulang

Doa yang di ulang-ulang

Pesta yang di ulang-ulang

SELAMAT ULANG TAHUN

Tahun yang terselamatkan

Selamatkan tahun ini

Kata-kata yang di ulang-ulang

Selamat

Selamat

Selamat

Suara Hati

Filed under: my.poem — anjelly at 8:53 pm on Tuesday, December 2, 2008

Aduhhhh,,,Cinta Kali Ini Sungguh Tepat Kau
Tuang Rimbunan Kata-Kata
Hingga Membuat Aku Meremang,
Kamu Semakin Pandai Dalam
Menempatkan Kata-Kata
Yang Berloncatan Dalam
Hatimu….
Kamu Memang Selalu Pandai
Menghiasi Malam-Malammu Dengan Ketegaran
Yang Tak Kumiliki…
Cintaku,,Ada Satu Hal
Yang Membuatku Tak Mengerti
Sampai Detik Ini..
Begitu Kuatkah Sebuah Rasa Hingga
Membuatku Tidak Bisa Berbuat Banyak
Jika Mengingatmu..??
Ada Dua Hal Yang Tak
Mampu Disingkirkan Oleh Kenangan,
Kekasih.Cinta, Dan Kesedihan.
Aku Telah Terlebih Dulu
Mencintai Kesedihan,
Sebelum Cinta Mendatangkan Sedih Padaku.
Kemudian Lebih Dari Segalanya, Cinta Adalah Hal
Tersedih Sepanjang Hidup Ketika Ia Pergi.
Sedih Sejak Memahami Keniscayaan
Branjaknya Kepada Pergi Jauh Sebelum
Kepergian Itu Terjadi. Aku Tidak Terlalu
Mengerti Mengapa Menyukaimu Membuatku
Sangat Sedih. Walaupun Cinta Tidak Menolak
Kesedihan Atau Bertolak Belakang Dari
Kesedihan. Keduanya Sama Lahir Dari
Gamang Keindahan Yang Tak Tertahankan,
Mungkin Karenanya Aku Tak Pernah Lupa
Tentang Dirimu… Jika Dalam Hidupku Ada
Sebutir Debu Yang Menghalangi Wajahku
Berpaling,Mungkin Waktulah Penyebanya.
Seiring Kegamangan Yang Tercipta Diantara
Kita Ada Sebutir Debu Yang Menawarkan Diri
Tuk Menjadi Mutiara Hati Diantara Simpul-Simpul
Jiwa Yang Haus Akan Belaian Seorang Lelaki.
Akupun Tak Mempu Menolak Jika Sebutir Debu
Itu Ingin Berevolusi Diantara Terjadinya Kita
Dan Patahan Setapak Yang Nyaris Tertelan
Ilalang Tanya Yang Tuna Jawaban Darimu…
Aku Menyukaimu Hingga Detik Ini..Akankah Itu
Tetap Membuatku Was-Was Setiap Kali Membaca
Isi Pesan Darimu..??
Kekasihku,,, Bunga Yang
Sekarang Sudah Tidak Lagi Pandai Merangkai
Kata,Hingga Membuatmu Betah Berlama-Lama Tuk
Membacanya,,Inginnya Hati Tuk Bisa
Memberimu Bukan Hanya Sekedar Bunga
Bibir, Namun Langit Yang Kutatap Bukan Lagi
Berwarna Biru Nila. Ada Yang Menjelaga
Disana, Aku Tidak Tau Apa Itu. Mungkin
Jawaban Bukanlah Tujuanku Menyuratimu Kali
Ini,Lebih Dari Itu Rindu Tetaplah Rindu.
Akan Sampai Dimanakah Ke’egoan Kita
Membantahnya..??
Kita Boleh Saja Dihadang
Oleh Seribu Ketidak Seimbangan Emosi,
Namun Bias Renda Angan Tak Pernah Kusut
Diantara Sisir Kegemingan Yang Mencoba
Mematahkan Tirani Waktu, Walau Hanya Sesaat
Dan Luka-Luka Rasa Yang Hanya Bisa Diobati Oleh
Saling Sapa Lewat Milis Ini,Biarlah Tetap
Tertoreh Di Wajah Kita Jadi Carut Bernama Rindu..
Bisa Kan Kekasihku..??
Sungguh Mati Aku Tak Ingin Terlalu Banyak Bicara Dengan
Bahasa-Bahasa Melankolis. Aku Bisa Apa Jika
Diantara Rindu Ini Tak Lagi Ada Kata Yang Tuntas
Mengatupkan Makna…??
Ataupun Membalut
Kembara Jadi Jilid-Jilit Hati Yang Tertata
Memproyeksi Degup Metronom Hati
Kesenandung Jantung Tuk Mengusik Janin-Janin
Momentum Rindu…??
Duh Kekasihku…Kenapa
Kamu Tidak Mati Saja Sekarang..??
Kalau Kamu Takut Mati, Biar Aku Saja Yang Mati…
Toh Mati Itu Hanyalah Demam Sesaat Bila
Rekonstruksi Nyawa Akan Kembali Di Buraikan
Menjadi Unsur Yang Lebih Halus…
Jadi Buat Apa Takut..??
Aku Tau Kamu Tak Pernah
Menyesal Mengenal Aku,,Tapi Yang
Kusesalkan Kenapa Selalu Saja Ada Gusar
Yang Memintal Benak Ketika Terdampar Acak
Menanti Retas Dari Kalut-Kalut Hati Yang Terserak
Akibat Kita Mencoba Mempermainkan Waktu
Dengan Cara Mendiamkan Satu Sama Lain..??
Kekasihku…..Sekali Lagi Ampuni Aku Jika Aku
Hanya Bisa Luluh Terbata Dalam Dialog-Dialog Yang
Gamang,Sumpah Aku Hanya Ingin
Mencintaimu Tanpa Harus Banyak Bicara…

Banyak Salamku

Next Page »